- Agustus 2018

Laman

Jumat, 10 Agustus 2018

Obat Syaraf Kejepit Herbal

Obat Syaraf Kejepit herbal dengan menggunakan bahan bahan alami yang dapat mengobati syaraf kejepit tanpa efek samping yang berbahaya.

Sekilas tentang syaraf kejepit:

Syaraf kejepit/HNP adalah luruhnya nukleus pulposus sehingga menonjol melalui anulus fibrosus ke dalam kanalis spinalis dan mengakibatkan penekanan radiks saraf. Beberapa faktor yang berpotensi menyebabkan HNP di antaranya adlah berat badan yang berlebihan, gaya hidup bermalas-malasan, postur tubuh yang tidak di posisikan secara benar, perubahan degeneratif yang mengurangi kekuatan dan stabilitas tulang belakang sampai faktor HNP yang di sebabkan oleh cedera.

Tanda dan gejala HNP/syaraf kejepit antara lain:

Kelemahan satu atau lebih ekstremitas.
Nyeri tulang belakang.
Mati rasa, gatal, dan penurun pergerakan satu atau dua ekstremitas.
Kehilangan control dari anus dan atau kandung kemih sebagian atau  lengkap.

Gejala Hernia Nukleus Pulposus (HNP) adalah nyeri di daerah diskus yang mengalami herniasasi di ikuti dengan gejala pada daerah yang di inovarsi oleh radika spinalis yang terkena oleh diskus yang mengalami herniasasi yang berupa pengobatan nyeri kedaerah tersebut, mati rasa, kelayuan, maupun tindakan-tindakan yang bersifat protektif. Hal lain yang perlu di ketahui adalah nyeri pada hernia nukleus pulposus ini di perberat dengan meningkatkan tekanan cairan intraspinal ( membungkuk, mengangkat, mengejan, batuk, bersin, juga ketegangan atau spasme otot), akan berkurang jika tirah baring.

Pantangan Makanan Syaraf Kejepit:

  • Daging.
  • Ayam.
  • Kacang-kacangan.
  • Minuman bersoda.
  • Kopi.
  • Durian.
  • Makanan berlemak, es, serta jeroan.

Jumat, 03 Agustus 2018

Anak Laki-laki lebih Rentan Terkena Hipertensi

Anak Laki-laki lebih Rentan Terkena Hipertensi,- Kejadian hipertensi pada anak berkisar satu hingga dua persen. Peningkatan angka kejadian ini pada anak dan remaja dipengaruhi oleh gaya hidup yang tidak sehat.

Banyak faktor yang menyebabkan hipertensi pada anak salah satunya ialah faktor jenis kelamin. Ternyata tekanan darah tinggi pada anak laki-laki lebih tinggi daripada perempuan seusianya.

"Anak laki-laki lebih rentan terkena hipertensi pada usia kurang dari 60 tahun. Hal ini disebabkan oleh genetik dan hormonal yang memengaruhi tekanan darah tinggi," ujar dr. Arieska Ann Soenarta, SpJP, pakar hipertensi, saat ditemui dalam 'Press Conference World Hypertension Day dibilangan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat.

Hipertensi dapat memberikan gejala pada bayi baru lahir seperti sesak nafas, keringkat berlebih, gelisah, pucat, sering muntah, dan kejang.

"Selain bayi, anak yang lebih besar pun dapat menunjukan gejala apabila ia terkena hipertensi seperti rasa lelah berlebih, kejang, penuruan kesadaran, sakit kepala hebat, mendadak penglihatan kabur, mual, mimisan, nyeri dada, perawakan pendek, kenaikan berat badan yang tidak normal, serta kelumpuhan otot," tambah dr. Arieska

Pengobatan hipertensi pada anak di bagi ke dalam dua golongan besar. "Nonfarmakologis dan farmakologis ialah pengobatan untuk anak yang bergantung pada usia anak, tingkat hipertensi dan respon terhadap pengobatan," ujar dr. Arieska.

Pengobatan nonfarmakologis yaitu dengan cara mengubah gaya hidup seperti penurunan berat badan, diet rendah lemak dan garam, serta olahraga teratur. Sedangkan untuk farmakologis dengan pemberian obat anti-hipertensi pada anak.