- 2018

Laman

Rabu, 12 September 2018

Atasi hipertensi dengan makan stroberi

Atasi hipertensi dengan makan stroberi,- Tentu Anda sudah tak asing lagi dengan buah stroberi. Meski mungil, buah yang kadang terasa asam dan juga manis ini ternyata memiliki manfaat yang besar bagi kesehatan. Sebuah penelitian mengungkap bahwa buah stroberi mampu menurunkan tekanan darah.

Selama ini buah stroberi dikenal karena kandungan vitamin C yang tinggi. Namun penelitian juga menunjukkan bahwa stroberi bisa membantu menurunkan tekanan darah pada orang yang mengalami hipertensi.

Hasil ini ditemukan peneliti di Florida State University setelah melakukan pengamatan terhadap 60 wanita yang sudah mengalami menopause. Wanita ini memiliki tekanan darah tinggi mulai dari yang sedang hingga yang cukup parah. Tekanan darah tinggi merupakan hal yang wajar dialami oleh wanita setelah menopause. Hal tersebut disebabkan oleh perubahan hormon dan penambahan berat badan.

Partisipan diminta untuk mengonsumsi stroberi beku atau mengonsumsi plasebo sekali seminggu selama delapan minggu. Setelahnya tekanan darah mereka dibandingkan. Penelitian mengungkap bahwa para wanita tersebut berhasil memiliki tekanan darah yang normal.

Peneliti berpendapat bahwa hal ini dipengaruhi oleh antioksidan yang ada dalam stroberi. Antioksidan tersebut diketahui bisa menurunkan tekanan darah dengan membuat lapisan pada pembuluh darah menjadi lebih tenang dan tidak tegang. Ketika pembuluh darah tak tegang, arteri akan melebar dan menurunkan tekanan darah.

Tak hanya stroberi saja buah yang diketahui bisa menurunkan tekanan darah. Sebelumnya peneliti juga menemukan bahwa mengonsumsi semangka juga bisa membantu menurunkan tekanan darah dan mengatasi hipertensi. Tak usah ragu lagi untuk mengonsumsi buah-buahan ini jika Anda memiliki kecenderungan tekanan darah.

Jumat, 03 Agustus 2018

Anak Laki-laki lebih Rentan Terkena Hipertensi

Anak Laki-laki lebih Rentan Terkena Hipertensi,- Kejadian hipertensi pada anak berkisar satu hingga dua persen. Peningkatan angka kejadian ini pada anak dan remaja dipengaruhi oleh gaya hidup yang tidak sehat.

Banyak faktor yang menyebabkan hipertensi pada anak salah satunya ialah faktor jenis kelamin. Ternyata tekanan darah tinggi pada anak laki-laki lebih tinggi daripada perempuan seusianya.

"Anak laki-laki lebih rentan terkena hipertensi pada usia kurang dari 60 tahun. Hal ini disebabkan oleh genetik dan hormonal yang memengaruhi tekanan darah tinggi," ujar dr. Arieska Ann Soenarta, SpJP, pakar hipertensi, saat ditemui dalam 'Press Conference World Hypertension Day dibilangan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat.

Hipertensi dapat memberikan gejala pada bayi baru lahir seperti sesak nafas, keringkat berlebih, gelisah, pucat, sering muntah, dan kejang.

"Selain bayi, anak yang lebih besar pun dapat menunjukan gejala apabila ia terkena hipertensi seperti rasa lelah berlebih, kejang, penuruan kesadaran, sakit kepala hebat, mendadak penglihatan kabur, mual, mimisan, nyeri dada, perawakan pendek, kenaikan berat badan yang tidak normal, serta kelumpuhan otot," tambah dr. Arieska

Pengobatan hipertensi pada anak di bagi ke dalam dua golongan besar. "Nonfarmakologis dan farmakologis ialah pengobatan untuk anak yang bergantung pada usia anak, tingkat hipertensi dan respon terhadap pengobatan," ujar dr. Arieska.

Pengobatan nonfarmakologis yaitu dengan cara mengubah gaya hidup seperti penurunan berat badan, diet rendah lemak dan garam, serta olahraga teratur. Sedangkan untuk farmakologis dengan pemberian obat anti-hipertensi pada anak.

Senin, 16 Juli 2018

Kurang Gizi Saat Kecil Lebih Rentan Terkena Penyakit Tekanan Darah Tinggi

Kurang Gizi Saat Kecil Lebih Rentan Terkena Penyakit Tekanan Darah Tinggi,- Memberikan nutrisi dan gizi yang cukup bagi anak ketika masih kecil tak hanya akan mempengaruhi pertumbuhannya, melainkan juga berimbas pada penyakit yang bisa dimilikinya di masa depan. Sebuah penelitian terbaru mengungkap bahwa anak yang mengalami kekurangan nutrisi atau kurang gizi saat kecil lebih rentan terkena penyakit tekanan darah tinggi atau hipertensi ketika dewasa.

Peneliti mengungkap bahwa nutrisi yang buruk sejak anak lahir hingga berusia lima tahun sangat penting untuk perkembangan jantung. Karena itu, ketika seorang anak kekurangan nutrisi pada usia tersebut mereka akan lebih berkemungkinan mengalami masalah dengan kesehatan jantung dan sistem kardiovaskular mereka.

"Jika kebutuhan nutrisi dan gizi tak terpenuhi pada masa itu, struktur tubuh akan berubah dan lebih rentan mengalami masalah, terutama pada kesehatan jantung dan aliran darah," ungkap ketua peneliti Terrence Forrester dari University of the West Indies

Lebih lanjut Forrester menjelaskan bahwa selama ini banyak sekali orang yang mengalami kurang gizi saat kecil dan memiliki risiko tinggi terkena hipertensi saat dewasa. Meski begitu, perlu diperhatikan bahwa penelitian ini mengaitkan antara kurangnya gizi dan nutrisi dengan hipertensi, bukan kurangnya makanan yang dikonsumsi oleh anak saat kecil.

Hasil ini ditemukan peneliti setelah melakukan pengamatan terhadap 116 orang dewasa di Jamaica yang saat kecil mengalami kekurangan gizi. Peneliti kemudian membandingkannya dengan 45 pria dan wanita yang tidak mengalami kekurangan gizi saat kecil.

Penelitian ini mengungkap bahwa orang dewasa yang pada saat kecilnya mengalami kekurangan gizi berkemungkinan lebih tinggi untuk terkena tekanan darah tinggi dibandingkan orang dewasa yang tumbuh dengan makanan dan gizi yang cukup. Jantung pada orang dewasa yang pada masa kecilnya kekurangan gizi juga bekerja kurang efisien dibandingkan dengan yang tidak kekurangan gizi.

Selama ini tekanan darah tinggi berkaitan dengan risiko stroke dan penyakit jantung yang tinggi. Karena itu, untuk membuat anak terhindar dari penyakit serius seperti tekanan darah tinggi dan stroke di masa depan, penuhi kebutuhan gizi anak sejak dini.

Jumat, 13 Juli 2018

Polusi udara tingkatkan risiko hipertensi ibu hamil

Polusi udara tingkatkan risiko hipertensi ibu hamil,- Selama ini polusi udara dianggap sangat berbahaya untuk pernapasan. Namun sebuah penelitian terbaru mengungkap bahwa polusi udara tak hanya membahayakan pernapasan saja. Polusi udara juga bisa memberikan efek buruk pada wanita yang sedang hamil.

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal Epidemology & Community Health ini menunjukkan bahwa polusi udara bisa meningkatkan tekanan darah dan memicu hipertensi pada ibu hamil. Dibandingkan dengan wanita hamil yang tak terpapar polusi udara, ibu hamil yang terkena polusi udara lebih berkemungkinan terkena hipertensi.

Berdasarkan pengamatan peneliti di University of Florida, ibu hamil yang terkena hipertensi akibat polusi udara lebih berkemungkinan mengalami komplikasi yang bisa membahayakan nyawa ibu dan janinnya.

Hasil penelitian ditemukan setelah peneliti melakukan pengamatan terhadap data medis dari 22.000 wanita yang melahirkan di Jacksonville, Florida antara tahun 2004 hingga 2005. Selain itu, peneliti juga mengaitkannya dengan kualitas udara pada area tempat tinggal para ibu hamil. Peneliti tidak memasukkan wanita yang dari awal memang memiliki sejarah hipertensi demi keabsahan data. Begitu juga wanita yang melahirkan prematur dan memiliki masalah kesehatan lainnya.

Peneliti menemukan bahwa wanita hamil yang mengalami hipertensi adalah mereka yang secara konstan terpapar oleh zat polusi dalam udara seperti karbon dioksida, sulfur dioksida, atau partikel polusi lainnya. Peneliti Xiaohui Xu, M.D., Ph.D., menjelaskan bahwa janin dalam kandungan sangat sensitif terhadap banyak faktor lingkungan.

Polusi udara adalah salah satu faktor yang bisa mempengaruhi kesehatan dan perkembangan bayi, serta memicu komplikasi pada ibu hamil. Sebaiknya ibu tak hanya memperhatikan makanan yang dikonsumsi saat hamil, melainkan juga udara yang mereka hirup.

Selasa, 10 Juli 2018

Anak Laki-laki lebih Rentan Terkena Hipertensi

Anak Laki-laki lebih Rentan Terkena Hipertensi,- Kejadian hipertensi pada anak berkisar satu hingga dua persen. Peningkatan angka kejadian ini pada anak dan remaja dipengaruhi oleh gaya hidup yang tidak sehat.

Banyak faktor yang menyebabkan hipertensi pada anak salah satunya ialah faktor jenis kelamin. Ternyata tekanan darah tinggi pada anak laki-laki lebih tinggi daripada perempuan seusianya.

"Anak laki-laki lebih rentan terkena hipertensi pada usia kurang dari 60 tahun. Hal ini disebabkan oleh genetik dan hormonal yang memengaruhi tekanan darah tinggi," ujar dr. Arieska Ann Soenarta, SpJP, pakar hipertensi, saat ditemui dalam 'Press Conference World Hypertension Day dibilangan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat.

Hipertensi dapat memberikan gejala pada bayi baru lahir seperti sesak nafas, keringkat berlebih, gelisah, pucat, sering muntah, dan kejang.

"Selain bayi, anak yang lebih besar pun dapat menunjukan gejala apabila ia terkena hipertensi seperti rasa lelah berlebih, kejang, penuruan kesadaran, sakit kepala hebat, mendadak penglihatan kabur, mual, mimisan, nyeri dada, perawakan pendek, kenaikan berat badan yang tidak normal, serta kelumpuhan otot," tambah dr. Arieska

Pengobatan hipertensi pada anak di bagi ke dalam dua golongan besar. "Nonfarmakologis dan farmakologis ialah pengobatan untuk anak yang bergantung pada usia anak, tingkat hipertensi dan respon terhadap pengobatan," ujar dr. Arieska.

Pengobatan nonfarmakologis yaitu dengan cara mengubah gaya hidup seperti penurunan berat badan, diet rendah lemak dan garam, serta olahraga teratur. Sedangkan untuk farmakologis dengan pemberian obat anti-hipertensi pada anak

Jumat, 06 Juli 2018

Penderita hipertensi wajib jauhi makanan ini

Penderita hipertensi wajib jauhi makanan ini,- Pola makan adalah aturan pertama yang harus dipatuhi penderita tekanan darah tinggi. Sebab jika penderita hipertensi tetap makan sembarangan, tekanan darah bisa semakin meningkat dan memicu penyakit lain.

Produk roti
Makanan berikutnya yang wajib dijauhi penderita hipertensi adalah produk roti. Pasalnya produk roti penuh dengan lemak jenuh dan garam berlebihan.

Jika Anda suka produk roti, lebih baik memasaknya sendiri daripada membelinya di toko. Dengan memasak sendiri, Anda bisa mengontrol kandungan lemak, garam, serta bumbu lainnya yang digunakan.

Makanan kalengan
Demi mencegah peningkatan tekanan darah, makanan kalengan juga sebaiknya dibatasi. Sebab hampir sama seperti makanan olahan, makanan kalengan juga mengandung garam yang cukup tinggi.

Meskipun makanan dalam kaleng itu adalah buah dan sayur, tetap kurangi konsumsinya. Lebih baik menikmati sayur dan buah dalam bentuk segar.

Makanan olahan
Seiring berjalannya waktu, semakin banyak makanan olahan yang bisa didapatkan dengan mudah oleh konsumen. Makanan olahan memang praktis dan bisa langsung dihangatkan atau dikonsumsi. Padahal bahan kimia dan garam di dalamnya sangat banyak.

Tidak punya waktu memasak adalah salah satu alasan banyak orang memanfaatkan makanan olahan. Jika Anda juga mengalaminya, sebaiknya masak makanan dalam jumlah besar. Sehingga untuk waktu makan berikutnya, Anda bisa menghangatkan kembali makanan.

Garam
Banyak orang mengonsumsi garam berlebihan dari jumlah yang disarankan. Padahal sedikit saja tambahan garam pada makanan bisa memicu peningkatan tekanan darah. Oleh sebab itu penderita hipertensi wajib menjauhi garam atau makanan yang terlalu asin.

Bagi penyuka makanan asin, rasa makanan awalnya akan tampak hambar ketika jumlah garam dibatasi. Tetapi Anda bisa menggunakan bumbu lain untuk membuat masakan menjadi lebih sedap.